The four noble truth ~ Ajahn Chah

14

The four noble truth ~ Ajahn Chah

When we talk about Dhamma, although we may say a lot, it can usually be brought down to four things. They are simply to know suffering, to know the cause of suffering, to know the end of suffering and to know the path of practice leading to the end of suffering.

This is all there is. All that we have experienced on the path of practice so far comes down to these four things. When we know these things, our problems are over.

Where are these four things born? They are born just within the body and the mind, nowhere else. So why is the teaching of the Buddha so detailed and extensive? This is so in order to explain these things in a more refined way, to help us to see them.

When Siddhattha Gotama was born into the world, before he saw the Dhamma, he was an ordinary person just like us. When he knew what he had to know, that is the truth of suffering, the cause, the end and the way leading to the end of suffering, he realized the Dhamma and became a perfectly Enlightened Buddha.
source: http://www.ajahnchah.org/book/Peace_Beyond1.php

 

Keempat kebenaran mulia ~ Ajahn Chah

Ketika kita berbicara tentang Dhamma, walaupun kita mungkin mengatakan banyak hal, biasanya akan bermuara pada ke empat hal. Sederhananya, Dhamma hanyalah untuk mengetahui adanya penderitaan, mengetahui penyebab penderitaan, mengetahui akhir penderitaan dan mengetahui jalan praktek yang menuju akhir penderitaan.

 Semuanya ada pada keempat prinsip itu. Sejauh ini semua yang telah kita alami di jalan praktik akan sampai pada keempat hal ini. Bila kita mengetahui hal-hal ini, masalah kita sudah berakhir.

 Dimana keempat hal ini terlahir? Mereka lahir hanya di dalam tubuh dan pikiran, tidak di tempat lain. Jadi mengapa ajaran Sang Buddha sangat rinci dan luas? Supaya bisa menjelaskan hal-hal ini dengan cara yang lebih halus, untuk membantu kita melihat mereka.

 Ketika Siddhattha Gotama lahir ke dunia, sebelum dia melihat Dhamma, dia adalah orang biasa seperti kita. Ketika dia tahu apa yang harus dia ketahui, itulah kebenaran penderitaan, penyebab, akhir dan jalan menuju akhir penderitaan, dia menyadari Dhamma dan menjadi Buddha Tercerahkan dengan sempurna.

Sumber: http://www.ajahnchah.org/book/Peace_Beyond1.php