Giving up ego-clinging ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

22

Giving up ego-clinging ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Initially, to understand dharma even on an intellectual level is not at all simple. Then once we have some understanding, to put dharma into practice is even more subtle, because it requires that we go beyond our habitual patterns. Intellectually, we may recognize how our narrow-minded habits have brought about our own cycle of suffering, but at the same time we may also be afraid to engage wholeheartedly in the process of liberating these habits of ours.

This is cherishing of ego. For even if we think we want to practice the Buddhist path, to give up our ego-clinging is not easy, and we could well end up with our own ego’s version of dharma—a pseudo-dharma which will only bring more suffering instead of liberation.

source: http://www.shambhalasun.com/index.php?option=content&task=view&id=2014&Itemid=0&limit=1&limitstart=0

Melepaskan kemelekatan terhadap diri / ego~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Awalnya, bahkan untuk memahami Dharma di level intelektual saja tidaklah gampang. Setelah kita memiliki sedikit pemahaman tentang Dharma, kita mau mempraktekkannya, ternyata tidaklah semudah yang kita bayangkan, karena kita harus melampaui pola kebiasaan kita. Secara intelektual, kita dapat mengenali bagaimana kebiasaan "batin yang sempit" telah menciptakan siklus penderitaan kita sendiri, namun pada saat bersamaan kita juga mungkin takut terlibat sepenuh hati dalam proses untuk membebaskan diri dari pola kebiasaan kita.

Tindakan ini seperti menyayangi ego. Walaupun jika kita berpikir bahwa kita ingin mempraktikkan jalur Buddhis, untuk melepaskan kemelekatan terhadap ego kita tidaklah mudah, dan kita bisa berakhir dengan menciptakan versi Dharma diri kita sendiri – Dharma yang palsu yang hanya akan menuntuk kita menuju lebih banyak penderitaan daripada pembebasan.

Sumber: http://www.shambhalasun.com/index.php?option=content&task=view&id=2014&Itemid=0&limit=1&limitstart=0