Lagu ke – 6 ~ Milarepa

27

Lagu ke – 6 ~ Milarepa

6

On his way to Shri Ri to meditate, Milarepa lodged at an inn where a merchant, Dhawa Norbu (the Moon jewel), was also staying with a great retinue. Milarepa begged alms from him upon which the merchant remarked that it would be better for him to work to support himself. Milarepa pointed out that enjoying pleasures now is the source for more suffering in the future. Then he said: “Now listen to my song.”

The Eight Reminders

Castles and crowded cities are the places
Where now you love to stay;
But remember that they will fall to ruins
After you have departed from this earth!

Pride and vain glory are the lure
Which now you love to follow;
But remember, when you are about to die
They offer you no shelter and no refuge!

Kinsmen and relatives are the people now
With whom you love to live;
But remember that you must leave them all behind
When from this world you pass away!

Servants, wealth and children
Are things you love to hold;
But remember, at the time of your death
Your empty hands can take nothing with you!

Vigour and health
Are dearest to you now;
But remember, at the moment of your death
Your corpse will be bundled up and borne away!

Now your organs are clear,
Your flesh and blood are strong and vigorous;
But remember, at the moment of your death
They will no longer be at your disposal!

Sweet and delicious foods are things
That now you love to eat;
But remember, at the moment of your death
Your mouth will let the spittle flow!

When of all this I think,
I cannot help but seek the Buddha’s Teachings!
The enjoyments and the pleasures of this world
For me have no attraction.

I, Milarepa, sing of the Eight Reminders,
At the Guest House in Garakhache of Tsang.
With these clear words I give this helpful warning;
I urge you to observe and practise them!

(pp. 150–151)

6

Dalam perjalanan ke Shri Ri untuk bermeditasi, Milarepa menginap di sebuah penginapan dimana seorang pedagang, Dhawa Norbu (permata Bulan), juga tinggal dengan rombongan yang besar. Milarepa memohon sedekah kepadanya dan pedagang tersebut berkomentar bahwa akan lebih baik baginya bekerja untuk mendukung dirinya sendiri. Milarepa menunjukkan bahwa menikmati kesenangan sekarang adalah sumber untuk lebih banyak penderitaan di masa depan.

Lalu Milarepa berkata, "Sekarang dengarkan laguku."

Delapan Pengingat

Istana dan kota yang penuh sesak adalah tempat
Dimana sekarang kamu suka tinggal;
Tapi ingatlah bahwa mereka akan menjadi reruntuhan
Setelah kamu meninggalkan bumi ini!
Kebanggaan dan kesombongan adalah daya tarik
Yang sekarang kamu suka ikuti;
Tapi ingatlah, ketika kamu menjelang ajal
Mereka tidak menawarkan tempat berlindung dan perlindungan!
Kerabat dan sanak saudara adalah orang-orang yang sekarang
Dengan siapa Anda suka hidup bersama;
Tapi ingatlah bahwa Anda harus meninggalkan mereka semua
Ketika kamu meninggal dunia!
Para Pembantu, kekayaan dan anak-anak
Adalah hal-hal yang Anda suka pertahankan;
Tapi ingatlah, pada saat kematianmu
Tanganmu yang kosong tidak bisa membawa apa-apa bersamamu!
Semangat dan kesehatan
Adalah hal yang sangat anda sayangi sekarang;
Tapi ingatlah, pada saat kematianmu
Mayatmu akan dibungkus dan semangat dan kesehatan akan hilang!
Sekarang organ anda sangat kuat,
Daging dan darahmu kuat dan bertenaga;
Tapi ingatlah, pada saat kematianmu
Mereka tidak akan bersamamu lagi!
Makanan manis dan lezat adalah sesuatu
yang suka kamu makan sekarang;
Tapi ingatlah, pada saat kematianmu
Mulutmu akan membiarkan ludah mengalir keluar!
Saat memikirkan semua ini,
Saya tidak bisa tidak mencari Ajaran Sang Buddha!
Kesenangan dan kenikmatan dunia ini
Tidak menarik bagi saya.
Aku, Milarepa, menyanyikan Delapan Pengingat,
Di penginapan di Garakhache of Tsang.
Dengan kata-kata yang jelas ini saya memberikan peringatan yang sangat membantu ini;
Saya mendorong Anda untuk mengamati dan mempraktekkannya!
(Hlm. 150-151)