Very little time left for practice ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

7

Very little time left for practice ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

In this dangerous and unhealthy world, it would be quite an achievement for someone who is fifty years old today to live to be eighty. The lives of most fifty-year-olds are already more than half over, and the older we get, the quicker time seems to pass. The thirty years we imagine we have left will pass in the blink of an eye. For a start, we sleep for about eight hours a night, which accounts for ten of those thirty years.

Let’s assume that watching one movie a day and eating three times takes about four hours. We also gossip and catch up with friends, check the football results, do housework, pay bills, keep in touch with family and exercise, all of which probably eats up about two hours a day. And of course, most of us work for seven or eight hours a day.

Therefore, if we fifty-year-olds are lucky, we have less than two hours a day, or about two and a half years, left to live. And a great deal of that will be taken up with paranoia, anxiety, self-doubt and so on. So the bottom line here is there is very little time left for practice.

from the book Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices

Sangat sedikit waktu yang tersisa untuk latihan ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Di dunia yang berbahaya dan tidak sehat saat ini, sudah merupakan sebuah prestasi bagi seseorang yang berusia lima puluh tahun untuk hidup sampai delapan puluh tahun. Kehidupan orang yang berusia lima puluh tahun sudah lebih dari separuh, dan semakin tua kita, waktu semakin cepat berlalu. Sisa waktu tiga puluh tahun yang kita miliki, akan berlalu dalam sekejap mata. Sebagai contoh, kita tidur sekitar delapan jam semalam, yang jika dijumlahkan menyamai sepuluh persen dari tiga puluh tahun tersebut.

Anggap saja dalam sehari kita menonton satu film sehari dan makan tiga kali dan itu membutuhkan waktu sekitar empat jam. Kita juga bergosip dan bergaul dengan teman, memeriksa hasil pertandingan sepak bola, melakukan pekerjaan rumah tangga, membayar tagihan, tetap berhubungan dengan keluarga dan berolahraga, yang semuanya mungkin memakan waktu sekitar dua jam sehari. Dan tentu saja, kebanyakan dari kita bekerja selama tujuh atau delapan jam sehari.

Oleh karena itu, jika kita yang berusia sampai lima puluh tahun beruntung, kita masih memiliki waktu kurang dari dua jam sehari, atau sekitar dua setengah tahun, untuk hidup. Dan banyak hal yang terjadi yang akan dihadapi secara paranoia, kecemasan, keraguan diri dan sebagainya. Jadi intinya di sini ada sedikit waktu yang tersisa untuk latihan.

Dari buku Not for Happiness: Panduan untuk Praktik Awal yang Dipanggil