Paṭṭhāna – 21 Atthipaccayo (Kondisi kehadiran)

7
Buddha

21 Atthipaccayo (Kondisi kehadiran)

Atthi berarti hadir. Di mana ia hadir? Sebagai contoh, ketika sedang mendengar ceramah Dhamma ini, kita harus mengingat dalam batin bahwa fenomena ini hadir di dalam proses keberlangsungan (santāna). Atthi paccaya adalah kondisi di mana sebab mendukung akibat melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya. Dengan kata lain, disebut sebagai atthi paccaya karena sebab menyebabkan munculnya akibat pada momen ia masih hadir di 3 sub momen yaitu : uppāda (kemunculan), ṭhiti (kelangsungan) dan bhaṅga (kepadaman).

Oleh karena itu, Nibbāna tidak termasuk di dalam atthi paccaya. Mengapa ? Ada 2 penjelasan. Pertama, atthipaccaya berarti ia harus hadir di 3 sub momen : uppāda (kemunculan), ṭhiti (kelangsungan) dan bhaṅga (kepadaman). Ketika fenomena tertentu mempunyai 3 tahap ini, kita menyebutnya hadir, tetapi Nibbāna tidak mempunyai kemunculan dan kepadaman. Itulah mengapa Nibbāna tidak termasuk di dalam atthi paccaya (kondisi kehadiran). Alasan kedua, atthi paccaya menyebabkan untuk mendukung akibat pada momen keberadaannya, tetapi ia tidak menyebabkan untuk mendukung akibat pada momen ketiadaannya. Dalam hal ini, Nibbāna tidak sesuai dalam kategori atthi paccaya karena Nibbāna selalu ada/hadir. Oleh karena itu, Nibbāna tidak termasuk di dalam atthi paccaya.

Perumpamaan dari atthi paccaya adalah seperti Gunung Meru yang menyokong pepohonan dan rerumputan untuk menjadi hijau di saat ia masih ada. 5 jenis atthipaccaya adalah sahajātatthi, purejātatthi, pacchājātatthi, āhāratthi, indriyatthi. Sahajātaatthi berarti sebab dan akibat lahir bersama dan saling menyokong satu sama lain ketika mereka masih ada. Purejāta atthi berarti sebuah sebab yang lahir lebih awal dan menyokong akibat ketika mereka masih ada. Pacchājāta atthi berarti sebuah sebab yang lahir kemudian dan menyokong akibat ketika mereka masih ada. Āhāra atthi berarti āhāra menyokong tubuh ketika mereka masih ada.Indriyaatthi berarti rūpajivitindriya menyebabkannya mempertahankan tubuh ini ketika mereka masih ada.

Cattāro khandhā arūpino, aññamaññaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : 4 nāmakkhandhā saling menyokong satu sama lain melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (sahajāta atthi). 1 nāmakkhandhā saling menyokong 3 nāmakkhandhā yang lain pada momen keberadaannya. 3 nāmakkhandhā saling menyokong 1 nāmakkhandhā yang lain pada momen keberadaannya. 2 nāmakkhandhā saling menyokong 2 nāmakkhandhā yang lain pada momen keberadaannya.

Cattāro mahābhūtā, aññamaññaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : 4 elemen/unsur saling menyokong satu sama lain melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (sahajāta atthi). 1 elemen saling menyokong 3 elemen yang lain pada momen keberadaannya. 3 elemen saling menyokong 1 elemen yang lain pada momen keberadaannya. 2 elemen saling menyokong 2 elemen yang lain pada momen keberadaannya.

Okkantikkhaṇe nāmarūpaṁ, aññamaññaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : paṭisandhi citta menyebabkan munculnya hadaya vatthu dan hadayavatthu menyebabkan munculnya paṭisandhi citta melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (sahajāta atthi).

Cittacetasikā dhammā, cittasamuṭṭhānānaṁ rūpānaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : Citta, cetasika menyebabkan munculnya cittajarūpa melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (sahajāta atthi).

Mahābhūtā, upādārūpānaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : 4 elemen menyokong 24 upādā rūpa melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (sahajāta atthi).

Cakkhāyatanaṁ, cakkhuviññāṇadhātuyā taṁsampayuttakānañca dhammānaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : Cakkhāyatana (cakkhupasāda) lahir lebih awal dan menyebabkan munculnya cakkhuviññāṇa beserta cetasika yang bersekutu dengannya melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (purejāta atthi). Begitu pula sama dengan sotāyatanaṁ, ghānāyatanaṁ, jivhāyatanaṁ, kāyāyatanaṁ sesuai dengan kesadaran indra masing-masing.

Rūpāyatanaṁ, cakkhuviññāṇadhātuyā taṁsampayuttakānañca dhammānaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : Objek penglihatan lahir lebih awal dan menyebabkan munculnya cakkhuviññāṇa beserta cetasika yang bersekutu dengannya melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (purejāta atthi). Begitu pula sama dengan saddāyatanaṁ, gandhāyatanaṁ, rasāyatanaṁ, phoṭṭhabbāyatanaṁ sesuai dengan kesadaran indera masingmasing.

Rūpāyatanaṁ saddāyatanaṁ gandhāyatanaṁ rasāyatanaṁ phoṭṭhabbāyatanaṁ, manodhātuyā, taṁsampayuttakānañca dhammānaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : Objek penglihatan, suara, bebauan, rasa dan sentuhan lahir lebih awal dan menyebabkan munculnya manodhātu (pañcadvārāvacana citta dan 2 sampaṭicchanacitta) beserta cetasika yang bersekutu dengan mereka melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (purejāta atthi).

Yaṁ rūpaṁ nissāya manodhātu ca manoviññāṇadhātu ca vattanti, taṁ rūpaṁ manodhātuyā ca manoviññāṇadhātuyā ca taṁsampayuttakānañca dhammānaṁ, atthipaccayena paccayo.

Artinya : Bergantung pada hadaya vatthu, manodhātu (pañcadvārāvacana citta dan 2 sampaṭicchanacitta) dan manoviññāṇadhātu (sisa citta yang lain selain manodhātudandvipañcaviññāṇa) muncul. Hadaya vatthu menyebabkan munculnya manodhātu, manoviññāṇadhātu beserta cetasika yang bersekutu dengan mereka melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya (purejāta atthi). Demikianlah penjelasan dari atthipaccayo.

Paṭṭhāna dalam kehidupan sehari-hari

Disusun oleh : Sayalay Santagave