Paṭṭhāna – 22 Natthipaccayo (Kondisi ketidakhadiran)

6
Buddha

22 Natthipaccayo (Kondisi ketidakhadiran)

Mari kita melihat Natthi paccayo. Kondisi yang menyebabkan munculnya akibat melalui kondisi ketidakhadiran atau pada momen ketidakberadaannya.

Suatu kondisi yang menyebabkannya menyokong akibat melalui kondisi kehadiran atau pada momen keberadaannya adalah atthi paccaya. Kondisi yang menyebabkan munculnya akibat melalui kondisi ketidakhadiran atau pada momen ketidakberadaannya adalah natthi paccaya. Betapa menakjubkan ñāṇa dari Sang Buddha? Ñāṇa dari Sang Buddha sungguh luar biasa mengagumkan.

Agar lebih dimengerti, kitab komentar memberikan perumpamaan dari api yang telah dipadamkan sebagai natthipaccaya. Ketika api padam, ia menyebabkan kegelapan melalui kondisi ketidakhadiran (natthi paccaya). Seperti yang telah dijelaskan pada anantara dan samanantara paccaya, saat ketidakhadiran dari citta yang sebelumnya menyebabkan munculnya citta yang berikutnya, begitu pula dengan natthi paccaya.

Sifat dari natthi paccaya adalah sama dengan anantara dan samanantara paccaya. Tetapi kemampuan dari sebab memunculkan akibat tidaklah sama.  Anantara berarti hilangnya citta yang sebelumnya merupakan sebab munculnya citta yang berikutnya tanpa jeda. Natthi paccaya berarti saat ketidakhadiran citta yang sebelumnya pada sub momen uppāda, ṭhiti dan bhaṅga, menyebabkan munculnya citta yang berikutnya. Sang Buddha membabarkan lagi natthi paccaya karena kemampuan dari sebab berbeda dari anantara paccaya.

Samanantaraniruddhā cittacetasikā dhammā paṭuppannānaṃ cittacetasikānaṃ dhammānaṃ natthipaccayena paccayo.

Artinya : Citta dan cetasika–cetasika yang baru saja padam menyebabkan munculnya citta dan cetasika–cetasika saat ini melalui kondisi ketidakhadiran (natthi paccaya).

Paṭṭhāna dalam kehidupan sehari-hari

Disusun oleh : Sayalay Santagave