Paṭṭhāna – 7 Aññamaññapaccayo (Kondisi mutualitas)

6
Buddha

7 Aññamaññapaccayo (Kondisi mutualitas)

Paccaya berikutnya yang disebut Aññamañña paccayo yang berarti “kondisi mutualitas/saling menyokong”. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi sahajāta (kemunculan bersamaan ). Beberapa Dhamma (sebab dan akibat) muncul bersamaan dan saling mendukung satu sama lain. Dalam kitab komentar digunakan perumpamaan meja berkaki tiga untuk menggambarkan sifat dari Aññamaññapaccaya. Ketiga kaki meja ini saling bertumpu dan menyokong untuk mempertahankan satu sama lain. Sebagaimana salah satu kaki meja menyokong kedua kaki lainnya, demikian pula kedua kaki tersebut menyokong satu kaki yang lainnya. Jika salah satu dari ketiga kaki ini rusak, maka meja tersebut tidak akan stabil dan bahkan tidak dapat berdiri lagi.

Cattāro khandhā arūpino aññamaññapaccayena paccayo.

Empat gugusan batin (nāmakkhandhā) saling menyokong satu sama lain melalui kondisi mutualitas (Aññamaññapaccaya). Satu nāmakkhandhā saling menyokong tiga nāmakkhandhā lainnya. Dua nāmakkhandhā saling menyokong dua nāmakkhandhā lainnya.

Cattāro mahābhūtā aññamaññapaccayena paccayo.

Empat unsur utama saling menyokong satu sama lain melalui kondisi mutualitas (Aññamañña paccaya). Satu dhātu (unsur) saling menyokong tiga unsur lainnya. Dua dhātu saling menyokong dua unsur lainnya.

Okkantikkhaṇe nāmarūpaṃ aññamaññapaccayena paccayo.

Pada momen konsepsi (paṭisandhi), batin dan materi saling menyokong satu sama lain melalui kondisi mutualitas (aññamañña paccaya). Pada momen paṭisandhi, mayoritas dari 32, 33 atau 34 paṭisandhi nāma (citta dan cetasika) dan 30 kammajarūpa saling menyokong satu sama lain.

Demikianlah penjelasan Aññamañña paccaya. Tidak perlu untuk dijelaskan panjang lebar karena telah dijelaskan pada sahajāta paccaya.

Paṭṭhāna dalam kehidupan sehari-hari

Disusun oleh : Sayalay Santagave