The King of Samadhi by Kyabgön Phakchok Rinpoche

16

26th July 2015 – The King of Samadhi by Kyabgön Phakchok Rinpoche

Kyabgön Phakchok Rinpoche

Dear Friends Near and Far,

On this Guru Rinpoche Day that marks the anniversary of Guru Rinpoche’s birth, I would like to share some lines from The King of Samādhi Sūtra.

The King of Samādhi Sūtra was taught directly by Buddha Śākyamuni and is the root text of all Sūtra Mahāmudrā teachings. It explains samādhi in great detail.

In the first chapter that, Buddha explains:

“Youth, if they are endowed with this one dharma, bodhisattva mahāsattvas will obtain these qualities and will swiftly, perfectly realize unsurpassable, authentic, and complete awakening. What is this one dharma? Youth, bodhisattva mahāsattvas are even-minded towards all beings. Their mind is beneficent and without anger or partiality.

 “Youth, bodhisattva mahāsattvas who are even-minded, whose minds are beneficent, without anger, and without partiality, they will obtain the “samādhi that fully reveals the equal nature of all things.” Youth, what is the “samādhi that fully reveals the equal nature of all things”?

“It is the wisdom path of the buddhas; the seal of all phenomena; the accomplishment of omniscient wisdom.

“It does not give rise to attachment and is free of anger; it is not the basis of delusion but the source of wisdom; it is the birth of knowledge and the abandonment of ignorance; it is the satisfaction of those who practice the essence of liberation….It is the blessings of the buddhas.”

Being even-minded, or equanimous is an indispensible quality. If we look at our minds honestly, most of us will see that we have a lot of like and dislike, discrimination, and judgement towards others. But with this discriminating, biased state of mind, genuine samādhi will never arise within us. For when our motivation, or basic mind set is tainted with like and dislike, this creates many obstacles for the birth of samādhi. Therefore, if we wish to generate samādhi we should train in viewing all sentient beings as equal and reducing our discrimination.

In addition, as Buddha explains, we need to be ‘beneficient’, meaning to have the wish to help and benefit others; for others to have physical, mental, and emotional well-being and bliss, based on the equanimity that sees all sentient beings as equal.

If we can cultivate this state of mind—beneficent and without anger or partiality—then we, bodhisattvas in training, will give birth to all of the buddha’s qualities and will swiftly reach enlightenment. Essentially, Buddha is referring to bodhicitta, the mind of enlightenment, which should be our fundamental motivation and outlook. As it is explained here in The King of Samādhi Sūtra, if we lack this motivation then samādhi will not dawn in our minds.

Please reflect on the meaning of this passage and try to take it to heart.

With aspirations for you all,

 

Kyabgön Phakchok Rinpoche

 

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia (Akan disempurnakan lebih lanjut):

26 July 2015 – Raja Samadhi
Sahabat dekat dan jauh,

Di hari Guru Rinpoche ini yang menandakan ulang tahun dari kelahiran Guru Rinpoche, Saya ingin berbagi beberapa bait dari Sūtra Raja Samādhi.

Sūtra Raja Samādhi diajarkan langsung oleh Buddha Śākyamuni dan adalah teks akar dari semua ajaran-ajaran Sūtra Mahāmudrā. Disana dijelaskan samādhi dengan sangat mendetail.

Di Bab pertama, Buddha menjelaskan:

“Anak muda, jika anda diberkahi dengan satu dharma ini, bodhisattva mahāsattvas akan mendapatkan kualitas-kualitas ini dan akan dengan cepat, dan sempurna merealisasi pencerahan yang tidak terkalahkan, otentik/asli dan sempurna. Apakah satu dharma ini? Anak muda, bodhisattva mahāsattvas memiliki batin yang setara/seimbang terhadap semua makhluk. Batin mereka sangatlah dermawan, dan tanpa kemarahan atau keberpihakan.

“Anak muda, bodhisattva mahāsattva yang setara/seimbang batinnya, yang batinnya dermawan, tanpa kemarahan, dan tanpa keberpihakan, mereka akan mencapai “samādhi yang menyingkap sepenuhnya hakikat alami yang setara dari semua hal.” Anak muda, apa itu “samādhi yang menyingkap sepenuhnya hakikat alami yang setara dari semua hal.”?

“Itu adalah jalur kebijaksanaan dari para buddha; stempel dari semua fenomena; pencapaian dari kebijaksanaan yang maha mengetahui.

“Dia tidak menimbulkan kemelekatan dan bebas dari kemarahan; Dia bukanlah basis untuk delusi tetapi adalah sumber kebijaksanaan; Itu adalah kelahiran dari pengetahuan dan meninggalkan ketidak-tahuan; Itu adalah titik puas dari mereka yang mempraktekkan esensi dari pembebasan ….Itu adalah berkah dari para buddha.”

Memiliki batin yang setara/seimbang, adalah kualitas yang tidak dapat dipisahkan. Jika kita melihat ke batin kita dengan jujur, kebanyakan dari kita akan melihat bahwa kita memiliki banyak suka dan tidak suka, diskriminasi, dan penghakiman/penilaian terhadap yang lain. Tetapi dengan keadaan batin yang mendiskriminasi, dan bias ini, samādhi yang sejati tidak akan muncul dalam diri kita. Ketika motivasi kita atau pola pikir yang mendasar kita dinodai oleh suka dan tidak suka, ini menciptakan banyak rintangan agar samādhi dapat lahir. Oleh karena itu, jika kita ingin membangkitkan samādhi kita perlu berlatih untuk melihat semua makhluk sebagai setara dan mengurangi diskriminasi kita.

Sebagai tambahan, seperti yang dijelaskan oleh Buddha, kita perlu memiliki ‘kemurahan hati/kedermawanan’, dalam arti memiliki keinginan untuk menolong dan memberikan manfaat kepada yang lain; agar mereka memiliki kesejahteraan dan kebahagiaan/sukacita fisik, mental, dan emosional, yang berdasarkan pada keseimbangan batin yang melihat semua makhluk sebagai setara.

Jika kita dapat mengolah keadaan batin ini—dermawan dan tanpa kemarahan atau keberpihakan—maka kita, bodhisattva yang sedang berlatih, akan melahirkan semua kualitas-kualitas Buddha dan akan dengan segera mencapai pencerahan. Pada esensinya, Buddha merujuk pada bodhicitta, batin pencerahan, yang seharusnya merupakan motivasi dan pandangan fundamental kita. Seperti yang dijelaskan di Sūtra Raja Samādhi, jika kita tidak memiliki motivasi ini maka samādhi tidak akan menyingsing dalam batin kita.

Mohon renungkanlah makna dari kutipan ini dan usahakan untuk menanamkannya dalam hati.

Dengan aspirasi untuk anda semua,

Kyabgön Phakchok Rinpoche