Our true nature is like a wineglass ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

16

Our true nature is like a wineglass ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Our true nature is like a wineglass, and our defilements and obscurations are like dirt and fingerprints. When we buy the glass, it has no inherently existing fingerprints. When it becomes soiled, the habitual mind thinks the glass is dirty, not that the glass has dirt. Its nature is not dirty, it’s a glass with some dirt and fingerprints on it. These impurities can be removed.

But no matter what method we use, the intent is to remove the dirt, not the glass. There is a big distinction between washing the glass and washing the dirt. If we think that the glass is somehow different than it was before, there is a misconception. Because the glass has no inherent fingerprints, when you remove the dirt, the glass isn’t transformed — it’s the same glass you bought at the store.

from the book What Makes You Not a Buddhist

Hakikat sejati kita seperti gelas anggur ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Hakikat sejati kita seperti gelas anggur, dan kekotoran batin dan obskurasi kita seperti kotoran dan sidik jari. Saat kita membeli gelas, tidak ada sidik jari yang tertempel. Saat menjadi kotor, kebiasaan batin kita menganggap gelas itu kotor, bukan gelasnya punya kotoran. Hakikat sejati gelas tersebut tidaklah kotor, itu hanyalah gelas yang punya kekotoran dan dan sidik jari di atasnya. Kotoran dan sidik jari bisa dibersihkan.

Apapun metode yang kita gunakan, niatnya adalah membuang kotoran, bukan gelasnya. Ada perbedaan besar antara mencuci gelas dan mencuci kotoran. Jika kita berpikir bahwa gelas yang kotor itu berbeda dengan gelas sebelumnya, itu berarti anda telah salah mengerti. Karena gelas tersebut pada dasarnya tidak memiliki sidik jari, gelas tidaklah berubah, setelah Anda membersihkan kotoran pada gelas tersebut – itu gelas yang sama dengan gelas yang Anda beli di toko.

Dari buku What Makes You Not a Buddhist